Provinsi Banten memiliki visi besar yang menjadi arah dan cita-cita utama dalam pembangunan daerahnya, yaitu “Banten yang Maju, Mandiri, Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa.” Visi ini bukan sekadar kalimat simbolis, melainkan merupakan cerminan dari tekad kuat pemerintah dan masyarakat Banten untuk mewujudkan daerah yang memiliki kemajuan dalam berbagai bidang, kemandirian dalam mengelola potensi lokal, kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, serta menjadikan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai dasar moral dalam setiap langkah pembangunan. Makna dari kata “Maju” dalam visi tersebut mengandung arti bahwa Banten berkomitmen untuk menjadi provinsi yang modern dan berdaya saing tinggi, dengan kemajuan di sektor ekonomi, pendidikan, teknologi, serta infrastruktur yang merata di seluruh wilayah. Kemajuan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh daerah perkotaan seperti Tangerang dan Serang, tetapi juga menyentuh wilayah pedesaan di Lebak dan Pandeglang. Kata “Mandiri” menggambarkan tekad Banten untuk tidak bergantung pada daerah lain dalam hal ekonomi maupun sumber daya manusia.
Kemandirian ini diwujudkan melalui pengelolaan potensi alam secara bijaksana, penguatan sektor industri dan pertanian lokal, serta pemberdayaan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidupnya sendiri. Banten ingin menjadi provinsi yang dapat berdiri tegak dengan kekuatan dan potensi yang dimilikinya, tanpa harus kehilangan jati diri dan nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Banten. Selanjutnya, kata “Sejahtera” menggambarkan harapan besar agar seluruh masyarakat Banten dapat hidup dalam kondisi yang makmur, damai, dan adil. Kesejahteraan ini mencakup aspek ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan spiritual. Pemerintah berupaya agar pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan pemerataan dan keadilan sosial agar tidak terjadi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Sementara itu, “Berlandaskan Iman dan Taqwa” menjadi fondasi utama dari seluruh visi Banten. Nilai-nilai keagamaan dijadikan pedoman moral untuk membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta masyarakat yang berakhlak mulia. Iman dan taqwa menjadi sumber kekuatan batin yang menuntun setiap langkah pembangunan agar tetap sejalan dengan ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Dengan iman yang kokoh, masyarakat Banten diharapkan memiliki karakter jujur, disiplin, tangguh, dan berjiwa gotong royong, sedangkan dengan taqwa, mereka senantiasa berusaha menjalankan kehidupan yang bermanfaat bagi sesama. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menetapkan beberapa misi utama sebagai arah pelaksanaan pembangunan.
Pertama, mewujudkan masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia, berbudaya, sehat, dan cerdas. Misi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan lahir dan batin. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperkuat nilai-nilai moral dan budaya lokal agar masyarakat Banten menjadi manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter yang kuat dan berakhlak baik.
Kedua, mewujudkan perekonomian yang maju dan berdaya saing secara merata dan berkeadilan. Perekonomian Banten diarahkan agar tumbuh kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah mendorong pertumbuhan industri, perdagangan, dan sektor jasa di kawasan perkotaan seperti Tangerang dan Cilegon, sambil mengembangkan potensi pertanian, perikanan, serta pariwisata di daerah selatan seperti Lebak dan Pandeglang. Prinsip keadilan dijunjung tinggi agar kemakmuran tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan dapat dirasakan secara merata di seluruh provinsi.
Ketiga, mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang lestari. Banten memiliki kekayaan alam yang besar, mulai dari laut, gunung, hutan, hingga tambang. Pemerintah berkomitmen untuk mengelola seluruh potensi tersebut dengan bijak agar dapat dinikmati oleh generasi saat ini tanpa mengorbankan masa depan. Pelestarian lingkungan, pengendalian pencemaran industri, serta perlindungan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Ujung Kulon menjadi prioritas penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem Banten.
Keempat, mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa. Pemerintah Provinsi Banten bertekad membangun birokrasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. Setiap aparatur negara dituntut untuk bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat. Pemerintahan yang bersih menjadi dasar terciptanya kepercayaan publik dan menjadi cerminan dari masyarakat Banten yang beriman dan bertaqwa. Selain itu, penerapan sistem digitalisasi pemerintahan juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, keterbukaan informasi, dan pelayanan publik yang lebih cepat serta mudah diakses.
Dengan menjalankan visi dan misi tersebut secara konsisten, Banten diharapkan menjadi provinsi yang mampu bersaing dalam era globalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah mengakar sejak masa Kesultanan. Masyarakat Banten akan menjadi pribadi yang maju, tangguh, berdaya saing tinggi, namun tetap menjunjung tinggi moral, budaya, dan nilai spiritual. Pembangunan Banten bukan hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga tentang membangun manusia yang beriman, berilmu, dan berintegritas sehingga cita-cita besar “Banten yang Maju, Mandiri, Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa” dapat benar-benar terwujud.